BEIJING, RABU - Virus penyakit yang menjangkiti ribuan anak membuat pemerintah China kelabakan. Seluruh petugas kesehatan diwajibkan untuk jaga-jaga di seluruh negeri karena virus yang mulai menyebar, (28/4) lalu ini ternyata mematikan.
Sejauh ini sekitar 15.799 kasus penyakit tangan, kaki dan mulut (hand, foot, and mouth disease-HFMD) terjadi tahun ini, seperti diungkapkan Xinhua dan menyebar luas mulai Provinsi Hainan di selatan China hingga Provinsi Jilin di timurlaut China dan Provinsi Yunan di barat daya China.
Jumlah dan cakupan kasus yang terjadi setiap tahunnya dan meningkatnya kebutuhan pengawasan atas penyebaran penyakit ini menuntut Kementrian Kesehatan China untuk membuat peraturan baru, kata juru bicara Mao Qun'an.
"Ini bukti komitmen kami bahwa kami peduli dengan kesehatan masyarakat," ujar Mao di sebuah konferensi. Peraturan pengawasan ketat mulai efektif berlaku Selasa.
Penyakit tangan, mulut dan kaki ini menyebar lewat cairan ludah, feses, atau cairan yang keluar dari hidung atau tenggorokan. Belum ada vaksin dan perawatan standar yang bisa dilakukan. Meski begitu, kebanyakan anak yang terkena penyakit ini akan pulih kembali dalam waktu yang relatif cepat tanpa masalah. Penyakit ini tidak ada hubungannya dengan penyakit kaki dan mulut yang pernah menyerang di livestock.
Menaiknya jumlah kasus ini di sebagian besar wilayah China ini mengingatkan kita dan terutama pemimpin komunis China pada munculnya penyakit SARS yang pernah melanda tahun 2003 di China. Pemerintah saat itu mencoba agar penyakit sindrom respiratori akut ini tidak menyebar, meski sudah menyebabkan kematian pada 774 orang di seluruh dunia. China akhirnya minta maaf kepada dunia internasional akibat peristiwa ini.
Xinhua melaporkan, minggu ini setidaknya 10 orang dihukum karena gagal menghalau penyakit ini sehingga sekitar 22 anak meninggal di pusat Provinsi Anhui.
Wabah ini tentu saja memusingkan kepala pemerintah China karena olimpiade yang bakal berlangsung Bulan Agustus mendatang. Apalagi persiapan pesta akbar ini dihadang dengan protes di banyak tempat di seluruh dunia. Karena itu, Mao menegaskan bahwa wabah ini tidak akan mempengaruhi olimpiade.
Baik Mao dan perwakilan WHO di China Hans Troedsson mengatakan, kemungkinan penyakit ini bakal meningkat akibat udara yang memanas di Bulan Juni dan Juli nanti.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang